prom15e to 13elieve

Pelaksanaan Program Keamanan (Conducting a Security Program)

Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu (lihat gambar 6.2)

langkah

Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)

1. Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
a. Tujuan Review
b. Ruang Lingkup (Scope) Review
c. Tugas yang harus dipenuhi
d. Organisasi dari Tim Proyek
e. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

2. Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g. Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)

3. Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk
memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode
untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.  Lihat gambar 6.3.

63

4. Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)

Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through
fair or unfair competition)
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)

Sumber ancaman Internal :
1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan
dan control yang tidak cukup.
2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase,
extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak
sah)
3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.

5. Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan
terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

6. Analisis Ekspose (Exposures analysis)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1. Identification of the controls in place
2. Assessment of the reliability of the controls in place
3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4. Assess the resulting loss if the threat is successful

7. Penyesuaian control (Adjust Controls).

8. Mempersiapkan laporan keamanan (Prepare Security Report)

 

 

 

 

 

Iklan

Hal-hal yang perlu dilindungi untuk mengamankan suatu Sistem Informasi

Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Informasi merupakan salah satu aset bagi sebuah perusahaan atau organisasi, yang sebagaimana aset lainnya memiliki nilai tertentu bagi perusahaan atau organisasi tersebut sehingga harus dilindungi, untuk menjamin kelangsungan perusahaan atau organisasi, meminimalisir kerusakan karena kebocoran sistem keamanan informasi, mempercepat kembalinya investasi dan memperluas peluang usaha. Strategi keamanan informasi memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing kekhususannya.

Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu (lihat gambar. 6.1) :

aset

1. Aset Fisik, meliputi :
a. Personnel, seperti end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards.
b. Hardware, termasuk media penyimpanan, dan periperalnya seperti Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines,
concentrator, terminal.
c. Fasilitas seperti Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack.
d. Dokumentasi seperti System and program doc.,database doc.,standards plans, insurance policies, contracts.
e. Supplies seperti Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes.

2. Aset Logika
a. Data atau Informasi seperti Master files, transaction files, archival files.
b. Software Aplikasi seperti Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory.
c. Sistem Software seperti Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets.

Ojek Application For Every Need

Perkembangan teknologi pada abad ke-21 ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan kemajuan teknologi tersebut, perkembangan internet turut ikut mengalami kemajuan. Dengan mudahnya mengakses internet serta kebutuhan orang akan penyedia jasa pengantar, menjadi dasar munculnya aplikasi GO-JEK. Dengan adanya aplikasi GO-JEK ini pengguna yang biasanya memesan ojek dengan cara mengunjungi tempat pangkalan ojek terdekat tidak perlu lagi bersusah payah untuk melakukannya karena dengan menggunakan aplikasi ini pengguna hanya perlu memesan ojek melalui aplikasi yang sudah disediakan. Ini merupakan salah satu bentuk dari sistem cerdas dimana menurut pengertian, sistem cerdas merupakan sustem yang dilatih, dibentuk dan diciptakan mirip dengan cara berfikir manusia dan bertujuan untuk membantu meringankan tugas manusia. Selain itu, untuk orang-orang yang ingin mengirim barang ke tempat-tempat terdekat juga tak perlu bersusah payah mengantarkannya sendiri,karena GO-JEK pun sudah menyediakan jasa layanan antar barang. Aplikasi GO-JEK dapat diunduh dari Playstore (Android) maupun Appstore (Ios). Setiap smartphone pada umumnya sudah dibekali dengan sistem navigasi (GPS). Dengan memanfaatkan sistem navigasi tersebut aplikasi dapat menerima semua informasi peta yang ada di Indonesia.

Aplikasi GO-JEK dapat dikatakan sebagai jendela untuk berkomunikasi antara konsumen sebagai calon penumpang/pengguna jasa dan Gojek sebagai penyedia aplikasi, lalu untuk melakukan kalkulasi dan perhitungan hingga mendapatkan jalur yang sesuai dengan tujuan pengguna digunakan Algoritma A* (A Star).

Algoritma A* pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Peter Hart, Nils Nilsson, dan Bertram Raphael. Pada mulanya AI researcher Nils Nilsson mencoba melakukan perbaikan kinerja dari perencanaan jalan yang dilakukan Shakey the Robot sebuah prototype robot yang melakukan navigasi sebuah ruangan yang berisi banyak rintangan. Pada mulanya penamaan algoritma ini ialah A1 lalu menjadi A2, dan menjadi A*.

Algoritma A* menggunakan pendekatan heuristik yang memperkirakan jarak langsung sebuah simpul ke simpul tujuan. Kegunaan heuristik ialah untuk menghindari ekspansi simpul atau path yang mahal. Fungsi evaluasi (f(n)) adalah sebagai berikut : f(n) = g(n) + h(n).
f(n) adalah total cost atau biaya dari suatu simpul x ke simpul tujuan yang akan menjadi cost suatu simpul. g(n) adalah cost atau biaya simpul, sejauh ini untuk mencapai suatu simpul x (jarak suatu simpul ke suatu simpul lainnya). h(n) adalah perkiraan jarak dari suatu simpul ke simpul tujuan (heuristik).

Aplikasi GO-JEK menggunakan Google Maps API untuk menampilkan peta di dalam aplikasi GO-JEK.

go1

Langkah-langkah penerapan algoritma A* :

  • Anggap tempat awal dan tujuan sebagai simpul awal dan tujuan.
  • Anggap setiap persimpangan sebagai sebuah simpul lainnya.
  • Anggap panjang jalan sebagai bobot atau jarak tiap simpul.

Simpul awal pada gambar diatas dimulai dari Jalan Imam Bonjol (simbol rumah) dengan tanda X yang berawarna merah. Simpul tujuan adalah Institut Teknologi Bandung.

Fungsi Heuristik setiap simpul adalah jarak antara suatu simpul X dengan simpul tujuan berdasarkan latitude dan longitude yang didapat dari http://www.gps-coordinates.net/

Pada gambar diatas :
Institut Teknologi Bandung memiliki latitude -6.89148 (decimal degrees) atau 6o53’29.328” (degrees, minutes, secondes) dan longitude 107.61065910000002 (decimal degrees) atau 107o36’38.372” (degrees, minutes, secondes). Jalan Imam Bonjol memiliki latitude -6.892402 (decimal degrees) atau 6o53’32.647” (degrees, minutes, secondes) dan longitude 107.6153501 (decimal degrees) atau 107o36’55.26” (degrees, minutes, secondes).

Dengan menggunakan rumus jarak antar koordinat (degrees, minutes, secondes) 1’ = 1.825 m dan 1’’ = 30.416 m. Maka didapatkan :

    • Selisih latitude antara Institut Teknologi Bandung dengan Jalan Imam Bonjol adalah 3.319”.
    • Lalu dikalikan dengan 30.416m menjadi 100.950704 m.
    • Selisih longitude antara Institut Teknologi Bandung dengan Jalan Imam Bonjol adalah 16.888”.
    • Lalu dikalikan dengan 30.146m menjadi 509.105648m. Gunakan rumus jarak √longitude2 + latitude2 √(100.950704 m) 2 + (509.105648 m) 2 = 519.017924 m

Menjadi heuristik simpul awal.

Atau dengan menggunakan fungsi berikut untuk latitude dan longitude dengan decimal degrees. function double getDistanceBetween(double latitude1, double

longitude1, double latitude2, double longitude2, string s) {

double theta = longitude1 – longitude2;

double distance = (sin(deg2rad(latitude1)) *

sin(deg2rad(latitude2))) + (cos(deg2rad(latitude1)) *

cos(deg2rad(latitude2)) * cos(deg2rad(theta)));

double distance = acos(distance);

distance = rad2deg(distance);

distance = distance * 60 * 1.1515;

if s == “km”

distance = distance * 1.609344;

return distance;

}

Lakukan langkah- langkah di atas untuk mendapatkan seluruh fungsi heuristik setiap simpul X lainnya. Setelah mendapatkan seluruh fungsi heuristiknya jalankan algoritma A*.

Simpul tujuan direpresentasikan sebagai simpul_tujuan dan simpul awal direpresentasikan sebagai simpul_awal. Jarak setiap simpul (bobot) merupakan panjang jalan dari suatu simpul X ke simpul X lainnya. Terdapat dua buah list yaitu OPEN dan CLOSE. OPEN adalah list yang mengandung simpul yang sudah dikunjungi namun belum di ekspansi, list ini merupakan antrian yang akan dikerjakan. CLOSE adalah list yang mengandung simpul yang sudah dikunjungi dan sudah diekspansi

Taruh simpul_awal ke OPEN list dengan

f (simpul_awal) = h (simpul awal) (inisialisasi)

while Open ≠ Empty

Ambil simpul dari OPEN sebagai simpul_sekarang dengan f (simpul_sekarang) = g (simpul_sekarang) + h (simpul_sekarang)

if simpul_sekarang = simpul_tujuan maka kita telah menemukan solusinya then break

Ekspansi node_sekarang dan tambahkan simpul_penerus ke dalam OPEN list

for setiap node_penerus dari node_sekarang

simpul_penerus_biaya = g (simpul_sekarang) + w (simpul_sekarang, simpul_penerus)

if node_penerus ada di OPEN list then

if g (simpul_penerus) ≤ simpul_penerus_biaya then continue

else if simpul_penerus ada di CLOSE list then

if g (simpul_penerus) ≤ simpul_penerus_biaya then continue

pindahkan simpul_penerus dari CLOSE list ke OPEN list

else

tambahkan simpul_penerus ke OPEN list

h (simpul_penerus) menjadi jarak heuristik ke simpul_tujuan

g (simpul_penerus) = simpul_penerus_biaya

buat leluhur dari simpul_penerus menjadi simpul_sekarang tambahkan simpul_sekarang ke CLOSE list

if simpul_sekarang ≠ simpul_ tujuan then tulis pesan kesalahan (OPEN list sudah kosong) didapatkan hasil seperti berikut :

go2

Terlihat bahwa dengan menggunakan fungsi heuristik tidak melanggar aturan h(n) < h*(n) karena jarak terkecil sesungguhnya dari jalan Imam Bonjol ke Institut Teknologi Bandung ialah 1.100 m sedangkan heuristiknya hanya 519 m.

Dengan demikian telah didapatkan jalur terpendek dari jalan Imam Bonjol ke Institut Teknologi Bandung. Biaya yang diperlukan untuk membayar GO-JEK setelah didapatkan jalur terpendek ialah jika dibawah 15 km maka dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000 sedangkan jika diatas 15 km maka dikenakan biaya Rp. 2.000/km.

Pencarian Supir GO-JEK terdekat juga menggunakan Algoritma A* yang telah dijelaskan seperti diatas.

go3

Namun dengan menggangap setiap supir sebagai simpul X yang berwarna merah serta setiap persimpangan sebagai simpul X yang berwarna hitam. Posisi pengguna (user) sebagai simpul X berwarna ungu.

Simpul tujuan merupakan supir dan simpul awal adalah posisi pengguna sekarang. Dengan menggunakan algoritma A* akan mendapatkan jarak beberapa supir dengan posisi pengguna. Lalu memilih supir dengan posisi terdekat terlebih dahulu dan misalkan ia tidak mau maka jasa akan ditawarkan kepada supir yang kedua terdekat dari posisi pengguna.

Kesimpulan : Dengan mengggunakan algoritma A* (a star) untuk penemuan jalan atau pathfinding pasti didapatkan solusi yang optimum yaitu jalur terpendek (shortest path) asalkan tidak melanggar syarat heuristik yang telah disebutkan diatas. Namun Algoritma A* ini tidak dapat lebih cepat daripada algoritma Greedy Best-First Search. Algoritma A* dapat diterapkan dalam menentukan jalur minimum (shortest path) pada aplikasi seperti Google Maps, GO-JEK, dan aplikasi penyedia transportasi lainnya.

FLOWCHART

gojek-3

Dimulai dari pengguna membuka aplikasi, lalu dilakukan penginputan data diri untuk mendukung proses penggunaan aplikasi, lalu klik Sign Up untuk proses pendaftaran. Selanjutnya akan muncul tampilan Menu yang berisikan beberapa pemilihan layanan yang dapat dipesan, flowchart ini berfokus kepada pemesanan Go-Ride dimana jenis transportasi menggunakan sepeda motor. Lalu isikan alamat penjemputan dan alamat tujuannya yang kemudian akan tersimpan dalam database. Selanjutnya masuk ke opsi pembayaran, Go-Pay dapat dilakukan jika saldo mencukupi, jika tidak maka pembayaran dilakukan secara Cash, lalu dengan menekan Order pemesanan akan diproses, jika tidak maka akan kembali ke layar Menu. Notifikasi dari driver akan diterima jika order dilakukan. Selanjutnya akan ada pilihan untuk cancel pesanan, jika tekan Cancel maka pengguna dapat menginputkan alasan pembatalan pemesanan dan bisa menutup aplikasi, jika tidak melakukan pembatalan pesanan maka pesanan diteruskan hingga driver tiba di tempat penjemputan, dan pengguna dapat menutup aplikasi.

(Oleh : Erna Wati dan Lidea Dwi W.)

REVIEW TENTANG RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN SEPEDA MOTOR DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Sistem pakar merupakan suatu sistem komputer yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar yang memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Sistem pakar diharapkan dapat bekerja dalam semua hal seperti halnya seorang pakar. Kecanggihan teknologi saat ini memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Teknologi saat ini sangat berperan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hampir seluruh aspek atau bidang menggunakan teknologi dalam menyelesaikan masalah. Salah satu bidang yang bisa memanfaatkan bantuan teknologi adalah bidang otomotif. Sebenarnya banyak sekali hal dalam bidang otomotif yang bisa memanfaatkan bantuan sistem pakar. Salah satunya adalah sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan pada sepeda motor. Setiap komponen pada sepeda motor bisa saja mengalami kerusakan. Jika sudah mengalami kerusakan, tentu saja akan menghambat kinerja sistemnya. Sebenarnya gangguan ini bisa diamati melalui gejala-gejala yang muncul yang biasanya berasal dari sistem yang berlainan. Oleh karena itu, harus dilakukan pengamatan secara detail untuk mendapatkan gejala kerusakan lain yang mungkin terdeteksi.

Kerusakan pada mesin motor terjadi akibat kelalaian dalam melakukan perawatan. Pemilik motor baru menyadari kerusakan pada motornya setelah motornya tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Pemilik yang benar-benar memahami cara kerja dan perawatan kendaraanya relatif jarang ditemui. Kebanyakan dari mereka menyerahkan begitu saja kepada montir tanpa berusaha mencari tahu sendiri apa penyebabnya. Sehingga ini dijadikan lahan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya bagi para montir yang nakal.

Berdasarkan kenyataan tersebut, Aditya Prapanca bersama rekannya Mochammad Sofyan Arif selaku mahasiswa teknik Universitas Negeri Surabaya berinisiatif untuk mengembangkan sebuah rancang bangun sistem pakar yang bertujuan untuk mendiagnosa kerusakan sepeda motor. Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, maka komputer dapat didayagunakan sebagai pendeteksi kerusakan pada sepeda motor berdasarkan input yang dimasukkan oleh pengguna. Perawatan yang dilakukan sendiri tanpa harus datang ke bengkel akan sangat membantu sekali, khususnya untuk orang-orang yang awam tentang otomotif dan tidak memiliki waktu untuk datang ke bengkel menunggu sampai kendaraanya selesai direparasi. Karena itu, sistem pakar ini diharapkan dapat membantu mendiagnosis kerusakan pada sepeda motor khususnya untuk pemilik kendaraan yang masih awam tentang jenis kerusakan sepeda motor dan memiliki jadwal yang padat serta keberadaan bengkel yang masih jarang untuk daerah-daerah terpencil.

Sistem pakar yang dikembangkan ini menggunakan metode forward chaining. Metode ini merupakan strategi pencarian dari sekumpulan data atau fakta, di mana nantinya dari data-data tersebut dicari suatu kesimpulan yang menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. Secara sederhana forward chaining harus diketahui fakta lebih dulu sehingga kesimpulan yang didapat, misalnya motor mengalami gejala susah dihidupkan baik dengan electric starter ataupun secara manual, tenaga yang dihasilkan lemah, mesin cepat panas, busi mudah mati, keluar asap putih pada knalpot, suara kasar pada kepala silinder dan oli cepat habis maka kesimpulan yang didapat adalah kerusakan pada piston apabila sepeda motor mengalami semua gejala yang telah diatur di dalam rule.

Dalam mengoperasikan aplikasi ini, hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan data yang akan diolah, yaitu data yang diperoleh dari Bengkel Resmi Honda AHASS berupa data gejala, data kerusakan dan solusi perbaikan yang disediakan. Lalu, dilakukan proses pencarian sesuai dengan rule pada data gejala. Dalam aplikasi ini terdapat sub menu login yaitu form yang wajib dilakukan agar aplikasi ini bisa digunakan oleh pengguna. Admin dapat mengisikan data gejala kerusakan yang baru pada form master input gejala yang nantinya disimpan dalam database dan pada form master input kerusakan ini secara langsung jenis kerusakan akan tersedia dengan form transaksi. Menurut sumber data dari bengkel AHASS, ada sekitar 8 jenis kerusakan, 31 gejala yang telah diketahui dan 8 perbaikan yang disediakan sebagai solusi menangani kerusakan sepeda motor.

1satuGambar 1. Form Login

2dua

Gambar 2. Menu Utama Admin dan Pakar

3tiga

Gambar 3. Menu Utama User

Pada sistem ini terdapat data gejala, jenis kerusakan dan solusi penanganan berdasarkan perbaikan yang disediakan. Data gejala dihitung berdasarkan rule untuk mengetahui jenis kerusakan. Berikut rumus proporsi pada sistem pakar untuk diagnosa kerusakan sepeda motor yaitu :

Keterangan :

4

P         : Proporsi

n (A)  : banyaknya gejala yang tedeteksi pada kerusakan A

n (S)  : total gejala pada kerusakan A

Setelah diketahui nilai proporsinya maka dapat ditentukan status hasil diagnosa dengan ketentuan jika nilai proporsi antara 100%-75% maka status hasil diagnosa adalah ‘mengalami kerusakan’. Sedangkan nilai proporsi <75% maka status hasil diagnosa ‘kemungkinan rusak’. Kerusakan akan diarahkan pada nilai proporsi terbesar yaitu nilai yang paling mendekati 100%.

ini akan sangat membantu bagi para pengguna sepeda motor yang memiliki pengetahuan yang minim mengenai perawatan dan perbaikan sepeda motor yang dapat berdampak buruk terhadap kinerja sepeda motor. Metode forward chaining yang digunakan dalam aplikasi ini dapat memberikan hasil kerusakan, gejala-gejala yang digunakan merupakan gejala utama untuk mendapatkan hasil kerusakan. Sistem diagnosa kerusakan sepeda motor ini menggunakan rule sebab akibat, di mana apabila faktanya benar maka akan melakukan proses selanjutnya, sehingga menghasilkan sebuah diagnosa kerusakan sepeda motor, serta memberikan rekomendasi berupa solusi sesuai dengan gejala yang terjadi pada sepeda motor. Hal ini tentu bagus sekali untuk para pengguna aplikasi ini. Namun sistem aplikasi ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengimplementasikan metode forward chaining dan menggunakan bahasa pemrograman yang lain, misalnya seperti Java, Delphi dan lain sebagainya. Serta dapat melakukan penyempurnaan sehingga akan didapatkan hasil yang lebih baik.

(Source : Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Diagnosa Kerusakan Sepeda Motor Dengan Metode Forward Chaining oleh Aditya Prapanca dan Mochammad Sofyan Arif).

TUGAS SOFTSKILL KE-4

  1. Analisis Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor

Pendapatan nasional dapat didefinisikan tiga cara, yaitu :

  • Nilai seluruh produk ( barang dan jasa) yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
  • Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh factor produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
  • Jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi. Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal, yaitu:

  1. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
  2. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
  3. Keuntungan perusahaan
  4. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
  5. Pendapatan sewa

Dalam perekonomian tertutup sederhana yang melakukan kegiatan ada dua sektor yaitu rumah tangga (pihak konsumen) pengeluaran dari sektor ini disebut konsumsi dan satu sektor lagi disebut pihak swasta (pihak produsen) pengerluaran dari sektor ini disebut investasi tanpa campur tangan pemerintah dalam bentuk pembayaran transfer pemerintah ataupun pengeluaran yang berbentuk konsumsi dan tidak berbentuk perekonomian baik ekspor maupun impor, karena dalam kehidupan sehari-hari masyarakat membutuhkan uang untuk bertahan hidup untuk membeli kebutuhannya sehari-hari baik berupa barang ataupun jasa. Perekonomian tertutup dua sektor merupakan perekonomian yang tidak adanya hubungan dengan negara lain dan tidak adanya campur tangan pemerintah, baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi. Dalam perekonomian tertutup sederhana ini pengeluaran masyarakat seluruhnya pada tiap satuan waktu  akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan pengeluaran untuk investasi. Pihak-pihak yang terlibat dalam  perekonomian tertutup ini  adalah rumah tangga (pihak konsumen) dan perusahaan atau pihak swasta ( produsen) tanpa campur tangan pemerintah baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi dan juga  tidak berhubungan dengan perekonomian internasional baik ekspor maupun impor.

 

  1. Model Analisis dengan Variable Investasi dan Tabungan

Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal. Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik.

Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek antara lain :

  • Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
  • Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
  • Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
  • Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan merupakan garis lurus,dan ini disebabkan nilai MPC dan MPS tetap. Seterusnya kecondongan fungsi konsumsi adalah kurang dari 45 dan selalu memotong garis 45.Sifat ini disebabkan MPC lebih kecil dari satu.Fungsi konsumsi memotong garis 45 pada nilai pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada tingkat pendapatan itu konsumsi rumah tangga = pendapatan nasional.Fungsi tabungan memotong sumbu datar pada pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada pendapatan ini tabungan rumah tangga = 0.

Jumlah pendapatan yang digunakan untuk konsumsi, antara lain, tergantung pada hal berikut:

  • Besarnya pendapatan rumah tangga setelah dikurangi pajak penghasilan dan potongan-potongan.
  • Komposisi rumah tangga (jumlah dan umur anggota rumah tangga).
  • Tuntutan lingkungan.

Sedangkan jumlah pendapatan yang ditabung tergantung pada hal berikut.

  • Jumlah pendapatan yang diterima dan besarnya bagian yang akan dikeluarkan untuk konsumsi.
  • Jumlah pendapatan yang ingin disimpan untuk tujuan berjaga-jaga dan menghadapi keadaan mendadak di waktu yang akan dating.
  • Tingkat bunga. Bila tingkat bunga bank naik, orang cenderung mengurangi bagian pendapatan untuk tujuan konsumsi dan meningkatkan tabungan atau investasi.

Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :

  • data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan
  • Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.

Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.

 

  1. Angka Pengganda

Angka pengganda menggambarkan perbandingan diantara jumlah pertambahan atau pengurangan dalam pendapatan nasional dengan jumlah pertambahan atau pengurangan dalam pengeluaran agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional.

Pendapatan nasional berubah sebagai akibat dari perubahan nilai komponen, yaitu:

  • Investasi
  • Konsumsi
  • Pengeluaran pemerintah
  • Eksport dan import.

Perubahan pendapatan agregat sama dengan perubahan konsumsi ditambah perubahan investasi . karena perubahan konsumsi tergantung pada perubahan dalam investasi, kita dapat menghapus konsumsi dari persamaan. Perubahan dalam pendapatan agregat sama dengan pengganda investasi kali perubahan investasi. Multiplier investasi berkaitan dengan kecenderungan mengkonsumsi marjinal: kecenderungan marjinal mengkonsumsi adalah 1 dikurang (satu dibagi dengan pengganda investasi).

 

  1. Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran

Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Ada tiga jenis inflasi yaitu:

  • inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)
  • inflasi desakan biaya (cost-push inflation)
  • inflasi karena pengaruh impor (imported inflation).

Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip. Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang. Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran.

 

  1. Pengertian Uang

Uang dapat diartikan sebagai suatu benda atau barang yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk melakukan pembelian barang, jasa, dan untuk pembayaran hutang. Penemuan alat tukar tidak menyelesaikan persoalan, karena alat tukar yang digunakan belum memiliki pecahan sehingga sulit dinilai, sulit disimpan, tidak tahan lama dan berat di bawah ke mana-mana. Kemudian, muncul uang logam yang digunakan sebagai alat tukar karena memiliki nilai tinggi yang digemari oleh masyarakat umum. Selain itu, uang logam juga tahan lama dan tidak mudah rusak. Logam yang dianggap bernilai tinggi adalah emas dan perak.

Bentuk-bentuk uang ada bermacam-macam, yakni sebagai berikut:

  • Uang fiat/token, yaitu uang yang memiliki nilai di atas kertas (nominal) jauh lebih tinggi ketimbang bahan pembuatan uang itu sendiri. Misalnya, uang kertas 100 ribu yang nilainya lebih tinggi daripada bahan kertas pembuatnya. Kenapa demikian? Karena pemerintah dan masyarakat telah sama-sama setuju menghargai dan menerima uang tersebut sesuai dengan nilai di atas kertas. Biasanya uang dijamin dengan cadangan emas.
  • Uang komoditas, yakni uang yang nilai pembuatannya sama dengan nilai nominal yang tertera pada uang tersebut. Contohnya, uang emas, perak, perunggu, dan sebagainya.
  • Uang Hampir Likuid Sempurna, yakni aset yang dijadikan uang, namun aset tersebut tidak dapat dipakai membayar karena harus ditukar dengan uang fiat atau komoditas.

Lebih lanjut, jenis-jenis dan Pengertian Uang ada tiga jenis, yakni:

  • Uang kartal merupakan uang yang dijadikan sebagai alat pembayaran sehari-hari  karena dianggap sah  dan telah diterima secara umum. Uang kartal biasanya berupa uang kertas dan uang logam.
  • Uang giral adalah suatu tagihan bank umum  yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi. Uang giral dapat dicairkan di bank di mana uang giral tersebut ditukarkan dengan uang kartal. Masyarakat tidak wajib menerima pembayaran uang giral. Namun, transaksi dalam jumlah sangat besar lebih praktis dengan menggunakan uang giral, misalnya berupa cek. Penggunaan uang giral juga lebih aman karena tidak perlu membawa uang kontan ke mana-mana yang beresiko dirampok oleh penjahat. Contoh lain uang giral adalah giro, telegraphictransfer, dan sebagainya.
  • Uang kuasi merupakan sertifikat berharga yang seringkali digunakan sebagai alat pembayaran dalam pasar finansial. Contoh uang kuasi, yakni obligasi, saham dan surat-surat berharga lainnya.

 

  1. Teori Uang dan Motif emegang Uang

Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

  • Teori Uang Statis.

Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:

  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP :Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
  • Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari :Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme :Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara :Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
  • Teori Uang Dinamis
  • Teori Kuantitas dari David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.

  • Teori Kuantitas dari Irving Fisher

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.

  • Teori Persediaan Kas

Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.

  • Teori Ongkos Produksi

Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif memegang uang,

Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang  dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.

  • Untuk kebutuhan transaksi.
  • Untuk Berjaga-jaga.
  • Untuk mendapatkan keuntungan / berinvestasi.

 

  1. Bank Sentral dan Bank Umum
  • Bank Sentral

Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara. Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk:

  • Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
  • Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat

Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:

  • Bank Sirkulasi, yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Banker’s Bank, Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
  • Lender of last resort, BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).
  • Bank Umum

Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa – jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga – lembaga lainnya. Fungsi Bank-Umum secara lengkap adalah :

  • Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga.
  • Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
  • Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari risiko hilang, kebakaran, dll.
  • Menciptakan kredit, yaitu dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya.

Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum:

  • Bank Sentral
  1. Lembaga yang tidak mencari keuntungan
  2. Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah
  3. Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank
  4. Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank
  5. Mengeluarkan uang kertas dan uang logam
  6. Tidak memiliki saingan
  7. Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan
  8. Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan
  • Bank Umum
  1. Merupakan badan usaha yang mencari untung
  2. Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
  3. Diawasi dan dibina oleh bank sentral
  4. Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral
  5. Hanya dapat menciptakan uang giral
  6. Melakukan persaingan antar bank
  7. Harus memiliki rekening pada bank sentral
  8. Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum

 

  1. Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter adalah kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang (jumlah uang beredar) dan tingkat bunga. Kebijakan ini dilaksanakan oleh Bank Sentral. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah, mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengendalikan inflasi. Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang yang beredar, maka dikatakan pemerintah menempuh kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive). Sebaliknya jika jumlah uang yang beredar dikurangi, maka dikatakan pemerintah melakukan kebijakan moneter kontraktif atau kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter dibedakan atas kebijakan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. kebijakan moneter kuantitatif merupakan kebijakan umum yang berusaha untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan tingkat bunga dalam perekonomian. Sedangkan kebijakan kualitatif bersifat kebijakan terpilih atas beberapa aspek masalah moneter yang dihadapi pemerintah.

 

 

Referensi :

http://achilles-tycoon.blogspot.co.id/2013/06/analisa-pendapatan-nasional.html

http://zulharmanmaddani.blogspot.co.id/2013/06/analisis-pendapatan-nasional-untuk_4093.html

http://rezhacupu.blogspot.co.id/2013/06/analisis-pendapatan-nasional-untuk.html

http://putraharsono.blogspot.co.id/2014/06/4-analisis-pendapatan-nasional-untuk.html

http://elvanrafif.blogspot.co.id/2015/05/tugas-softskill-ke-4.html

 

TUGAS SOFTSKILL KE-3

  1. Jenis-Jenis Pasar : Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli, Pasar Monopolistis dan Pasar Oligopoli.

Pasar secara umum diartikan sebagai tempat penjual menawarkan barang atau jasa sesuai taksiran harga penjual serta pembeli mendapatkan barang atau jasa sesuai dengan taksiran harga pembeli. Pengertian pasar dalam ilmu ekonomi lebih konseptual, yakni bertemunya permintaan dan penawaran. Dengan demikian sebuah pasar tidak harus dikaitkan dengan suatu tempat. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.

  • Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

Kelebihan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

  • Pembeli bebas memilih produk karena barang banyak.
  • Konsumen akan memperoleh kepuasan yang maksimal.
  • Produsen akan memperoleh keuntungan yang maksimal karena dapat menjual sebanyak-banyaknya.
  • Tidak ada hambatan dalam mobilitas sumber-sumber ekonomi dari suatu usaha ke usaha lain atau dari lokasi satu ke lokasi yang lain.
  • Dapat memaksimumkan efesiensi.
  • Untuk memasarkan produknya, produsen tidak memerlukan iklan.

Keburukan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

  • Tidak adanya inovasi dan pengembangan produk yang dilakukan perusahaan karena sebagian besar yang ikut dalam pasar persaingan sempurna adalah perusahaan kecil. Membatasi konsumen pilihan konsumen dalam satu barang tertenu.
  • Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen dan kurang variatif sehingga konsumen akan cepat merasa bosan.
  • Persaingan sempurna memberikan ongkos sosial.
  • Distribusi pendapatan tidak merata/ tidak seimbang.

 

  • Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang menguasai pasar. Dengan kata lain satu penjual menguasai segala jenis penawaran. Seseorang yang menguasai pasar monopoli disebut monopolis. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi. Semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).Monopoli terjadi karena di pasar terdapat faktor-faktor yang menghambat (barrier to entry) yang mencegah penjual-penjual lain untuk memasuki pasar tersebut. Ada dua jenis faktor penghambat, yaitu penghambat teknis dan penghambat legal. Faktor penghambat teknis dapat terjadi pada penjual yang mampu menghasilkan produk dengan cara-cara yang inovatif, misalnya menemukan cara berproduksi yang baru, menemukan teknologi atau menemukan faktor produksi yang baru. Sedangkan faktor penghambat legal muncul bila penjual tunggal menghasilkan dan menjual produk dengan pemberian hak monopoli oleh pemerintah untuk menghasilkan dan menjual produk tersebut. Contoh pasar monopoli adalah PLN.

Kelebihan pasar monopoli :

  • Keuntungan penjual cukup tinggi.
  • Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.
  • Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.
  • Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.

Kelemahan pasar monopoli:

  • Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
  • Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
  • Terjadi eksploitasi pembeli.
  • Kecilnya volume produksi menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang ditanggung oleh masyarakat.
  • Adanya unsur ketidakadilan sebab monopolis akan menekan biaya produksi serendah-rendahnya pada pasar faktor produksi dan dengan harga tinggi di pasar barang.
  • Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
  • Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.

Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.

  • Pasar Monopolistis

Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yaitu pasar persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu, sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Adapun definisi pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

Kebaikan pasar monopolistik antara lain sebagai berikut.

  • Konsumen memiliki banyak pilihan barang.
  • Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna.
  • Produsen terpacu untuk berkreativitas.
  • Produsen dapat menentukan harga sendiri-sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.
  • Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungan sendiri-sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendiri-sendiri.
  • Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

Sementara itu, kelemahannya antara lain sebagai berikut.

  • Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
  • Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut
  • Persaingan sangat berat karena pasar biasanya didominasi oleh produk-produk yang telah ternama.
  • Pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli merupakan pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan dengan hasil produksi barang/jasa yang sejenis. Artinya dalam Pasar Oligopoli persaingan untuk barang/jasa tersebut hanya terjadi pada beberapa perusahaan tadi. Mereka bersaing dengan mengunggulkan produk masing-masing. Persaingan dapat dilakukan dari segi kualitas produk maupun harga produk. Contoh :
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka. Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Kelebihan pasar oligopoli antara lain sebagai berikut.

  • Industri-industri oligopoli bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat.
  • Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi.
  • Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.
  • Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
  • Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.

Kelemahannya antara lain sebagai berikut.

  • Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati produsen.
  • Tidak efisiensi produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.
  • Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh.
  • Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.
  • Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru

 

  1. Pengertian dan Konsep-Konsep Pendapatan Nasional : Perputaran Roda Perekonomian, Metode Perhitungan Pendapatan Nasional, Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB.

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Pendapatan nasional juga dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai. Pendapatan nasional dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

  • Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun. Hasil produksi barang dan jasanya termasuk yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dan lain-lain.

  • Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu.

  • Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak. Contohnya adalah pajak pendapatan.

  • Perputaran Roda Perekonomian

Pertumbuhan Ekonomi dalam sebuah negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut,yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun dengan nilai output sektor tersebut dan dikali 100% kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertubuhan yang tinggi berarti pendapatan masyrakat mengalami pertumbuhan yang tinggi. GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.

  • Pengeluaran Agregat (Aggregate spending)

Pengeluaran Agregat ini sama dengan permintaan aggregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa. Pengeluaran Aggregate itu dapat di golongkan menjadi 4 komponen , yaitu:

  1. pengeluaran konsumsi rumah tangga
  2. pengeluaran investasi oleh pengusaha (bisnis)
  3. pengeluaran pemerintah
  4. pemerintah luar negeri
  • Pengeluaran Konsumsi

Merupakan bagian terbesar dari permintaan aggregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yg dibutuhkan. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di indonesia diperkirakan 65% dari total GDP. Kosumsi dapat di bagi menjadi 3 yaitu barang tahan lama, barang tidak tahan lama, dan jasa.

  • Pengeluaran Investasi

Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal ditambah dengan perubahan persedian. Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa di masa mendatang.

  • Pengeluaran Pemerintah

Pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda permerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam anggaran belanja dan pendapatan nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung ke nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yg diproduksi oleh pemerintah pada umumya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun tidak dihitung dalam GDP karena tidak termasuk ke dalam pembelian barang atau jasa.

  • Permintaan Ekspor Bersih (Net Export)

Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X – M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing.

  • Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
  • Tujuan dan manfaat mempelajari pendapatan nasional :
  • Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara.
  • Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
  • Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
  • Manfaat mempelajari pendapatan nasional
  • Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara.
  • Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi.
  • Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara.
  • Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
  • Perhitungan Pendapatan Nasional

Dalam  menghitung pendapatan nasional dapat dilakukan dengan 3 metode/pendekatan perhitungan pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut :

  • Pendekatan Produksi.

Pendekatan Produksi adalah nilai tambah yang di ciptakan dalam suatu proses produksi. Metode ini untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian. Pendekan produksi (PDB/PGNP) merupakan pendapatan yang berasal dari penggunaan beberapa fakto-faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu. Nilai produksi suatu sector menggambarkan nilai tambah yang diwujudkan oleh suatu sector tersebut. Cara perhitungan dalam praktik ini adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sector produksi (industrial origin) jumlah output masing-masing sector merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Pendekatan produksi dapat di cari dengan beberapa Rumus: Y = (P1 X Q1) + (P2 X Q2) + ….(Pn X Qn)

Keterangan :
Y    =   Pendapatan nasional
P1   =   harga barang ke-1
P2   =   harga barang ke-2
Q1  =   jenis barang ke-1
Q2   =   jenis barang ke-2
Qn   =   jenis barang ke-n
Pn   =  harga barang ke-n

Metode ini mempunyai tujuan yaitu:

  • Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sector ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional.
  • Sebagai salah satu cara untuk menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

Metode ini juga mempunyai kelemahan yaitu munculnya double counting atau lebih, maksudnya adalah nilai produk sebelumnyaakan di tambahkan pada produk-produk turunan berikutnya dan digunakan sebagainilai akhir produk tersebut, Akibatnya nilai produk akhir menjadi lebih tinggi. Untuk menghindari penghitungan ganda dapat digunakan metode penghitungan nilai tambah. Untuk keperluan penghitungan perekonomian Indonesia di bagi dalam Sembilan sector atau lapangan usaha terbagi dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :

    1. Sector Primer
  • Pertanian, Pertenakan, Kehutanan, dan Perikanan.
  • Pertambangan dan penggalian.
    2. Sector Sekunder
  • Industri pengolahan.
  • Listrik, air, dan gas.
    3. Sector Tersier
  • Perdagangan, Hotel, dan Restoran.
  • Pengangkutan dan telekomunikasi.
  • Jasa lain-lain.
  • Pendekatan Penerimaan / Pendapatan.

Metode pendekatan pendapatan adalah pendapatan nasionl dari hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan yang diterima oleh pemilik factor produksi dalam suatu Negara selama satu tahun. Pendekatan ini mengarah pada penerimaan atas penggunaan faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi terdiri dari tenaga kerja, modal, tanah, dan keahlian/kewirausahaan. Masing-masing factor produksi akan menghasilkan  pendapatan yang berbeda-beda, tenaga kerja akan memperoleh gaji/upah, pemilik modal akan mendapatkan bunga, pemilik tanah akan memperoleh sewa, dan keahlian atau skill akan memperoleh laba. Secara matematis, penghitungan dengan pendekatan pendapatan dapat di tulis sebagai berikut: NI = w + I + r +p

NI =  National income (pendapatan nasional)
w  =  wage (upah)
i  =  interest (bunga)
r  =  rent (sewa)
p  =  profit (keuntungan/laba)

Dalam perhitungan pendapatan nasional di terangkan istilah bunga neto, bunga neto adalah jumlah bunga yang di bayar dalam perekonomian dalam satu tahun tertentu  dikurangi dengan :

  • Bunga  atas pinjaman pemerintah.
  • Bunga atas pinjaman konsumen.
  • Pendekatan Pengeluaran.

Penghitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan ini dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran sector ekonomi, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri suatu Negara pada periode tertent. Jadi, pengeluaran ini pada dasarnya merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh setiap penduduk atau lapisan masyarakat untuk menghasikan barang dan jasa baik barang konsumsi maupun barang modal. Penggunaan cara ini akan dapat memberikan gambaran-gambaran tentang sampai di mana buruknya masalh ekonomi yang di hadapi, memberikan informasi dan data yang dibutuh kan dalam analisis makro ekonomi. Jenis pengeluaran dari masing-masing pelaku ekonoi terdiri dari belanja untuk konsumsi (C), belanja untuk investasi (I), belanja untuk pemerintah (G), ekspor (X), dan impor (M). secara matematis, penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran dapat ditulis sebagai berikut: Y  = C  +  I  + G + (X-M)  atau Y  =  C + I + G + X – M

Keterangan :

Y =  Pendapatan Nasional
C =  Konsumsi = Pengeluaran RT Konsumen
I =  Investasi = Pengeluaran RT. Produsen
G = Pengeluaran RT.Pemerintah
X = Ekspor
M = Impor

Jadi, dari sisi pandang pengeluaran pendapatan nasional adalah seluruh pengeluaran atau belanja lapisan masyarakat dala suatu Negara yang berlangsung dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun.

  • Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB
  • Perhitungan PDB Dan Analisa Kemakmuran

Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu Negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk. Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita. Biasanya makin tinggi angka PDB perkapita, kemakmuran rakyat di anggap makin tinggi. Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) juga menggunakan angka PDB perkapita untuk menyusun kategori tingkat kemakmuran suatu Negara.

  • Perhitungan PDB Dan Masalah Kesejahteraan Social

Perhitungan PDB maupun PDB perkapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan social suatu masyarakat. Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang di pakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak di perhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang di anggap memenuhi kebutuhan fisik atau materi yang dapat di ukur dengan nilai uang.

  • PDB Per Kapita Dan Masalah Produktivitas

Sampai batas-batas tertentu, angka PDB perkapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu Negara. Untuk memperoleh perbandingan prokditivitas antar Negara, ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan :

  • Jumlah dan komposisi penduduk
  • Jumlah dan struktur kesempatan kerja
  • Faktor-faktor nonekonomi
  • Penghitungan PDB Dan Kegiatan-Kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy)

Angka statistik PDB Indonesia yang di laporkan oleh badan pusat statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu Negara. Di Negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih di sebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih di dominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.

 

 

Referensi :

https://liquidred.wordpress.com/2011/04/09/jenis-jenis-pasar/

http://diananuramalina.blogspot.co.id/2013/06/pendapatan-nasional.html

http://aandash.blogspot.co.id/2013/06/teori-organisasi-umum-2-pendapatan.html

http://vidykanovianda.blogspot.co.id/2013/06/pendapatan-nasional.html

 

TUGAS SOFTSKILL KE-2

  1. Produsen dan Fungsi Produk-Produk

Orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

    a. Faktor produksi asli

Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :

  • Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, flora, fauna.
  • Tenaga kerja. Yang bertugas untuk mengolah sumber daya alam agar menjadi barang produksi.
    b. Faktor produksi turunan

Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis. Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis. Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :

  • Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
  • Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
  • Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
  • Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f(L, R, C, T)

Dimana :
Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T          = teknologi (technology)

  1. Produksi Optimal

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain. Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan(carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum. Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

  • Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  • Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  • Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari q (epq) karena penggunaan selama pemenuhan.

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :

  • Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
  • Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).

Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :

  • Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
  • Biaya modal (opportunity cost of capital)
  • Biaya keusangan
  • Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
  • Biaya asuransi persediaan
  • Biaya pajak persediaan
  • Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
  • Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
  1. Least Cost Combination.

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

Penggunaan kombinasi factor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.

Dalam rangka untuk menentukan kombinasi terbaik dari modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan output itu, kita harus mengetahui jumlah dana tersedia untuk produsen untuk dibelanjakan pada masukan dan juga harga masukan. Anggaplah bahwa produsen telah dipelepasannya. 10.000 untuk dua input, dan bahwa harga dari dua masukan sebagai. 1000 per unit modal dan. 200 per unit tenaga kerja. Perusahaan akan memiliki tiga kemungkinan alternatif sebelumnya.

  • Untuk menghabiskan uang hanya pada modal dan aman 10 unit itu.
  • Untuk menghabiskan jumlah tersebut hanya pada tenaga kerja dan mengamankan 50 unit tenaga kerja.
  • Untuk menghabiskan jumlah tersebut sebagian pada modal dan sebagian pada tenaga kerja.

Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Kemiringan garis harga faktor menunjukkan rasio harga modal dan tenaga kerja yaitu 1 : 5. Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

  1. Macam-Macam Ongkos.

Ongkos adalah menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran. Macam-macam ongkos diantaranya sebagai berikut :

  • Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
  • Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
  • Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
  • Averege Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
  • Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-Rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
  • Averege Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
  • Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.

Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :

    a. Ongkos Produksi Jangka Pendek

Didalam suatu ongkos produksi jangka pendek sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos jangka produksi pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

    b. Ongkos Produksi Jangka Panjang

Didalam ongkos produksi janka panjang ini sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.

  1. Kurva Ongkos.

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

1

Gambar 2. KurvaBiaya Total

2

Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata

3

Gambar 4. Long Run Average Cost Curve4

Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi

5

  1. Penerimaan (Revenue)

Penerimaan adalah sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan atas penjualan produk yang dihasilkan. Dalam ilmu ekonomi penerimaan diistilahkan revenue. Anda bisa melihat sekitar lingkungan tempat tinggal Anda, seperti seseorang menjajakan goreng pisang atau lainnya, maka akan diterima sejumlah uang dari penjualan goreng pisang tersebut dan ini merupakan penerimaan bagi orang tersebut. Dari contoh di atas misalkan penjual pisang goreng tersebut memperoleh uang 20.000,- dan harga pisang goreng perbuah Rp. 200,00 maka jumlah pisang goreng yang dijual sebanyak 100 pisang goreng. Oleh sebab itu jumlah penerimaan ditentukan oleh dua faktor, yaitu jumlah produk (barang yang dihasilkan) dan harga produk tersebut. Jadi semakin banyak jumlah barang yang dijual semakin besar jumlah penerimaan.

Macam-Macam Penerimaan

·       TR = Total Revenue (Penerimaan Total)

Jumlah seluruh penerimaan perusahaan dari hasil penjualan sejumlah produk (barang yang dihasilkan). Cara untuk menghitung penerimaan total dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah produk dengan harga jual produk per unit.

Keterangan:
TR = Penerimaan total perusahaan
Q   = Jumlah produk yang dihasilkan
P    = Harga jual per unit

·       AR = Average Revenue ( Penerimaan Rata – Rata )
Penerimaan rata-rata adalah penerimaan per unit produk yang terjual. Untuk menghitung penerimaan rata-rata dapat dilakukan dengan cara membagi penerimaan total dengan jumlah produk (barang) yang terjual.

Keterangan:
AR = penerimaan rata-rata
TR = penerimaan total
Q = jumlah produk yang dihasilkan

  • MR= Marginal Revenue ( Penerimaan Marginal )

Penerimaan tambahan dari adanya tambahan per unit produk yang terjual. Cara menghitung penerimaan marginal dengan membagi tambahan penerimaan total dengan tambahan jumlah produk yang terjual.

  1. Keuntungan Maximum (Pendekatan Total, Pendekatan Marginal dan Pendekatan Rata-Rata)

Keuntungan maximum adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya. Keuntungan maksimal dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

    1. Pendekatan Total

Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas. Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:

  • Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
  • Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
    2. Pendekatan Marginal

Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.

    3. Pendekatan Rata-Rata

Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan.

 

 

Referensi :

http://putraharsono.blogspot.co.id/2014/06/2-produsen-dan-fungsi-produksi.html

http://wagetouzy.blogspot.co.id/2013/10/penerimaan-atau-pendapatan-revenue.html